Evaluasi risiko Area Longsor di Ruas Jalan Tana Toraja-Enrekang Km.242+400
DOI:
https://doi.org/10.63877/jbk.v4i1.246Keywords:
Longsor, Stabilitas Lereng, Sistem Informasi Geografis, Risiko, Jalan, MitigasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko longsor di ruas jalan strategis Tana Toraja-Enrekang Km.242+400, yang secara historis mengalami gangguan akibat gerakan tanah. Evaluasi dilakukan dengan mengintegrasikan analisis stabilitas lereng secara geoteknik dan pemetaan bahaya berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data primer diperoleh dari survei lapangan dan uji laboratorium untuk parameter tanah, sementara data sekunder meliputi peta topografi, geologi, dan curah hujan. Analisis stabilitas menggunakan metode Bishop Simplified, sedangkan pemetaan bahaya menggunakan teknik weighted overlay di platform SIG. Hasil menunjukkan faktor keamanan (FK) lereng pada kondisi jenuh sebesar 1.18, mengindikasikan kondisi kritis (FK < 1.25). Peta bahaya mengklasifikasikan area tersebut sebagai Zona Bahaya Tinggi. Simpulan penelitian menyatakan bahwa ruas jalan ini memerlukan tindakan mitigasi segera, berupa perkuatan lereng struktural dan penerapan sistem pemantauan non-struktural untuk menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
References
S. Musdalifah, A. M. A. Sadiq, and B. Umar, “Evaluasi Stabilitas Lereng pada Area Longsor di Ruas Jalan Tator-Enrekang Km. 242+ 400,” J. Bangunan Konstr., vol. 3, no. 2, pp. 187–193, 2025. DOI: https://doi.org/10.63877/jbk.v3i2.181
M. Rahmi, A. S. Aminudin Syah, and N. H. Nandi Haerudin, “Integrasi Geomorfologi Dan Geologi Teknik Untuk Penataan Wilayah Rawan Longsor Kota Bandar Lampung,” Lap. Akhir Penelit..
M. A. F. Rachman, “Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Desa Sanglepongan Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang Dengan Metode Weighted Overlay= Landslide Susceptibility Mapping using the Weighted Overlay Method in Sanglepongan Village, Curio District, Enrekang Regency.” Universitas Hasanuddin, 2024.
J. M. Duncan, S. G. Wright, and T. L. Brandon, Soil strength and slope stability. John Wiley & Sons, 2014.
D. J. Varnes, “Slope movement types and processes,” Spec. Rep., vol. 176, no. 11, p. e33, 1978.
M. Anggraini, V. T. Haris, and A. Saleh, “Kuat geser tanah timbunan akibat perubahan kadar air,” SAINSTEK, vol. 11, no. 2, pp. 128–134, 2023.
O. Hungr, S. Leroueil, and L. Picarelli, “The Varnes classification of landslide types, an update,” Landslides, vol. 11, no. 2, pp. 167–194, 2014. DOI: https://doi.org/10.1007/s10346-013-0436-y
B. L. Golden, E. A. Wasil, and P. T. Harker, “The analytic hierarchy process,” Appl. Stud. Berlin, Heidelb., vol. 2, no. 1, pp. 1–273, 1989. DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-642-50244-6_1
A. Carrara, M. Cardinali, R. Detti, F. Guzzetti, V. Pasqui, and P. Reichenbach, “GIS techniques and statistical models in evaluating landslide hazard,” Earth Surf. Process. landforms, vol. 16, no. 5, pp. 427–445, 1991. DOI: https://doi.org/10.1002/esp.3290160505
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Bangunan Konstruksi (BARAKKA)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta @2023. Ini adalah artikel akses terbuka yang didistribusikan di bawah ketentuan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/) yang mengizinkan penggunaan non-komersial tanpa batas , distribusi dan reproduksi di media apa pun.

