Analisis Pengaruh Pemanfaatan Cangkang Kemiri Sebagai Bahan Subtitusi Agregat Kasar Terhadap Pengujian Marshall dan Indirect Tengsile Strength Pada Campuran (AC-WC)
DOI:
https://doi.org/10.63877/jbk.v2i2.79Kata Kunci:
AC-WC, Cangkang Kemiri, Marshall Test, Indirect Tensile Strength (ITS)Abstrak
Peningkatan jumlah kendaraan yang besar namun tidak diikuti dengan kualitas perkerasan jalan yang baik akan menyebabkan jalan banyak mengalami kerusakan. Supaya perkerasan mempunyai daya dukung dan keawetan yang memadai, tetapi tetap ekonomis. Salah satu komponen alternatif yakni pemanfaatan limbah cangkang kemiri. Cangkang kemiri merupakan suatu potensi baru yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lebih besar lagi. Hal ini dapat meningkatkan nilai ekonomis cangkang kemiri yang hanya dikenal sebagai bahan buangan dari tanaman kemiri.Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan cangkang kemiri pada campuran (AC-WC) dengan meggunakan pengujian marshaal test dan indirect tensile strength. Dari hasil penelitian dengan penggunaan cangkang kemiri terhadap Marshall didapatkan nilai optimum pada variasi 10% dengan nilai stabilitas 1003,20 kg. Untuk pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) test kadar optimum pada variasi cangkang kemiri 10% dimana dapat meningkatkan nilai Regangan sebesar 0,08551 mm, Tegangan 797,77 Kpa, dan Modulus elastis (E) 9317,74 menunjukkan dengan penambahan cangkang kemiri membuat campuran menjadi lebih lentur dan tingkat keawetannya yang baik untuk meningkatkan kualitas campuran lapis aus AC-WC.
Referensi
Anonim, 2010, Spesifikasi Umum 2010, Divisi 5 Perkerasan Berbutir dan Perkerasan Beton aspal, Direktorat Jendral Bina Marga. Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga, 13/PT/B/1993, Pelaksanaan Lapis Aspal Beton, Indonesia.
Departement Pekerjaan Umum, Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Standard Nasional Indonesia, Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar, SNI 03-1968-1990.
Jati Purwanti dan Tripuji Lestari Indra, 2015. Pengaruh Penggunaan Cangkang Kemiri dan Limbah Beton Sebagai Pengganti Agregat Kasar Untuk Meningkatkan Stabilitas Campuran AC-BC, Politeknik Negeri Sriwijaya.
Mashuri, 2006, Sifat-sifat Mekanis Aspal Yang Ditambahkan Serbuk Arang Tempurung Kelapa, Jurnal Media Komunikasi Teknologi Edisi Januari 2006, Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Palu
Meidia Refiyanni dan Muhammad Ikhsan, 2017. Pemanfaatan Limbah Cangkang Kemiri dan Terak Tanur sebagai Pengganti Agregat Halus pada Campuran AC-WC, Universitas Teuku Umar.
Zainal Safariska dan Febrina Dian Kurniasari, 2020. Pengaruh Abu Cangkang Kemiri Sebagai Substitusi Agregat Halus (Filler) Terhadap Campuran Lapisan AC-WC, Universitas Iskandar Muda.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Jurnal Bangunan Konstruksi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Hak Cipta @2023. Ini adalah artikel akses terbuka yang didistribusikan di bawah ketentuan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/) yang mengizinkan penggunaan non-komersial tanpa batas , distribusi dan reproduksi di media apa pun.

